KODE IKLAN DFP 1 Pidato Pada Hari Kartini (21 April) | Ruang Belajar siswa kelas 3

Pidato Pada Hari Kartini (21 April)

KODE IKLAN 200x200
KODE IKLAN 336x280
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ibu-ibu hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia. Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan swt. yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah-Nya kepada kita, sehingga kita sanggup berkumpul dan bertemu muka dalam keadaan sehat walafiat, takkurang suatu apapun.

Kiranya kita telahmaklum bahwa setiap pada tanggal 21 April oleh bangsa Indonesia dinyatakan sebagai Hari Kartini. ini tentunya tidakbisa dilepaskan dari peranan dan jasa-jasanya dalampembelaan terhadap kaum wanita. Untuk mendapat sebuah citra perihal peranan perempuan pada masa pergerakan nasional, kita perlu menengok sejarah masa silam. Pada masa pergerakan nasional, kaum perempuan tidak tinggal diam. Memang pada awalnya gerakan kaum perempuan terbatas pada gerakan sosial yang bertujuan mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan dan melawan tradisi yang membelenggunya, menyerupai kawin paksa dan lain sebagainya. Gerakan sosial itu dilakukan melalui forum pendidikanyang tidak hanya mengajarkan pengetahuan umum, melainkan juga pengetahuan simpel dan keterampilan sebagai bekal bagi seorang gadis menjadi ibu rumah tangga.

Kegiatan semacam itu, mula-mula diakukan oleb RA. Kartini, Dewi Sartika dan Maria Walanda. Kartini membuka sekolah untuk para gadis di Jepara. Setelah menikah ia mendirikan sekolah di Rembang. Sementara Dewi Sartika mendirikan sekolah di Bandung. Sedang Maria W. Maramis membuka sekolah di Gorontalo.

Ibu-ibu, hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia. Kegiatan perorangan itu kemudian menjelma lebih terorganisir dalam sebuah bentuk organisasi wanita. Setelah berbentuk organisasi, cakupan gerakannya menjadi semakin meluas, sekalipun tujuan utamanya tetap sama, yaitu mengangkat derajat kaum wanita. Organisasi perempuan tersebut ada yang bendiri sendiri ada pula yang menjadi bab dari organisasi kaum pria:

Emansipasi wanita, bukan berarti menuntut kaum perempuan untuk tampil ke depan dengan meninggalkan kiprah mulianya, sebagaiseorang ibu yang harus mendidik dan mengasuh anak-anaknya untuk menjadi generasi yang tangguh dan berkualitas. Tetapi sebagai perempuan harus bisa menempatkan dirinya sebagai insan yang perlu terlibat dalam kegiatan sosial dalam masyarakat, tetapi di sisi lain ia dihentikan mengabaikan kiprah mulianya sebagai istri,sekaligus sebagai seorang ibu yang berkewajiban menjaga, merawat dan mendidik anak-anaknya.

Ibu-ibu, hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia. Demikianlah yang sanggup saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini,terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf atas segala kelebihan dan kekurangannya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabaraktuh.
KODE IKLAN 300x 250
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
KODE IKLAN DFP 2
KODE IKLAN DFP 2