Aku tak pernah berfikir sebelumnya ibarat ini, hal yang tidak pernah dibayangkan, hanya dengan sekejap mata saya menjadi kaya dan berlimpah ruah ibarat ini, apapun yang saya inginkan sanggup saya dapatkan, dan saya sanggup membahagiakan orang tuaku dengan kondisiku yang sekarang, ingat dulu ketika masih duduk dibangku SMP, pulang pergi sekolah menggayuh sepeda butut dan kini adikku sekolah diantar oleh ayahku yang kucinta dengan sepeda motor, namun semua itu ialah kebohongan, dan yang saya beri merupakan kedustaan dan kapan saya jujur kepada orang tuaku, simiskin yang selalu dihina kini sanggup membangun rumah, apalagi dengan waktu yang singkat ini, ini ialah sebuah misteri hidupku pada keluarga, dan tetanggaku dikampung.
Di awal tahun 2010 saya berangkat mengadu nasib ke ibu kota, dengan tujuan mencari perjuangan ikut dengan sobat sekolah ku waktu Sekolah Menengah Pertama dulu, ketika itu saya diajak mengemas bungkus camilan di sebuah perusahaan kuliner, maklum saya tidak sanggup menjaid karyawan PT alasannya ialah terkendala pada Ijazahku yang hanya SMP, dan itu pun tidak saya bawa ke Jakarta karena malu, bekerja selama kurang lebih 3 bulan saya tidak betah lagi pula saya lelet dalam bekerja, saya hanya tidur-tiduran di kawasan kontrakan temanku selama sebulan, merasa aib dan jenuh saya ingin sekali mencari pekerjaan yang lain, akupun meminta izin ke temanku untuk mencaoba mencari acara lainnya, dan temanku mengizinkannya.
Pada suatu ketika saya duduk dan termangu disebuah warung bersahabat kontrakan, kala itu ada seorang perempuan seksi yang mengenakan pakaian serba minim kala itu ia kebetulan ikut duduk diwarung yang singgahi, saya mencoba memberanikan diri untuk membuka dialog dengan perempuan itu dari berkenalan dan seterusnya sampai terkesan intim, kebetuan perempuan itu sangat suple bergaul, lantas saya diajak kerja oleh perempuan itu dan dibawa ke kontrakannya, yakni di RW sebelah dengan Kontrakan temanku, melihat akomodasi kontrakan yang glamor itu saya jadi sungkan dan malu, di memberik makan, dan jamuan lainnya, malam haripun tiba, saya diajak oleh perempuan itu untuk ikut melihat pekerjaan yang ia tawarkan, dan ternyata ia bekerja di kawasan karaoke, akupun diberikan pakaian yang nyentrik persis ibarat temanku tetapi saya masih terkesan kaku menggunakannya.
Kala itu saya dikenalkan oleh teman-temannya, saya curiga awalnya apakah saya dijual menjadi perempuan malam, dengan melayani tamu pengunjung kawasan karaoke tersebut..? dengan uang yang diiming-iminginnya akupun termakan dan mencoba mengikutinya, serta awalnya saya disuruh menemani seorang tamu, ia ialah seorang pengusaha yang mapan, saya disuruh menemani ia karoeke selama 4 jam berlalu, didalam rom saya disuguhi minuman beralkohol dan akupun sedikit meminumnya, kepalaku pusing dan sedikit mabuk, tips uang yang saya berikan ketika itu perjam ialah 100 ribu, dan melihat pendapatan perhari kurang-lebih 500 ribu akupun mulai senang dengan uang yang cepat saya dapatkan.
Singkat dongeng 2 ahad saya bekerja melayani tamu karaoke kala itu saya dicekoki seorang pria dan hilang nalar tak sadar diri sampai akupun diperlakukan tidak senono tanpa kesdadaran, dari tragedi itu saya menangis dan mengadu pada sobat yang mengajakku kerja sebagai PL itu jabab ia hanya tersenyum dan menyampaikan itu hal biasa, saya mulai risih dengan keadaan itu dan sangat merasa berdosa, saya berhenti bekerja demikian dan terus menyesali keadaanku, tak sadar 3 ahad saya nganggur karenanya temanku PL tersebut menawariku sebuah uang dengan nilai 20 juta, hanya untuk melayani bos, dan mejual keperawananku, dengan kebutuhan yang mendesak serta ingin cepat membangun rumah di kampung, fikir-fikir, dengan kondisi yang kepeped akupun terjerumus dan mau melaksanakan pekerjaan kotor itu. dan walaupun dengan segenap penyesalanku itu, lama-lama kelamaan saya terjun didunia hitam tersebut dengan tujuan biar orang tuaku dan keluargaku dirumah bahagia, dan saya menjalani profesi sebagai perempuan panggilan selama 2 tahun. dan singkat dongeng saya di nikahi oleh seorang Pengusaha dan dijadikan istri kedua.