Sudah menjadi sebutan umum bahwa hawa nafsu dalam istilah yang berlakua dimasyarakat yaitu hal yang negatif, dengan demikian kata hawa nafsu sering dinisbatkan pada sesuatu yang buruk, pada pengertian seczara bahasa hawa nafsu dibagi menjadi dua yakni hawa dan nafsu. Hawa yaitu syahwati, sebuah keinginan, dan Nafsu sama dengan jiwa, manusia, itu jikalau dilihat secara bahasa. Teaptnya "al-hawâ" yang artinya "Saqatha min 'ulwin" (terjatuh dari atas ke bawah); "al-Mailu" (keinginan dan kesenangan); dan "al-Hubb" (cinta). Dari sini terbentuk beberapa istilah ibarat " 'ala hawâhu " (relatif dinisbatkan pada sesuatu); "Ittaba'ahawâhu" (mengikuti harapan syahwatnya); dan "Fil-Hawâ" (jatuh cinta atau yang dikemas oleh syahwatnya). Kaprikornus istilah "hawa" ini lebih sempurna jikalau disamakan dengan "syahwat". Syahwat artinya segala sesuatu yang diinginkan, yang digemari, yang disukai, yang menggoda dan yang mendorong hasrat seksual. Sebagaimana Firman Tuhan Ta'ala:

Mengendalikan Hawa-Syahwat (وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى)
Sebagai mana dalam A-Qur’an :
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan Jiwanya dari harapan hawa nafsunya, maka bahwasanya surgalah daerah tinggal(nya)".(QS. An-Nazi’at: 40-41).
Dengan demikain bagaimana cara kita meghindari hawa nafsu tersebut, sudah sangat gamblang jikalau kita meninggalkan ha tersebut maka kita akan mendapat sebuah kebahagiaan disyurga, dan akan tinggal disana selamanya. Meninggalkan hawa nafsu memanglah bukan ha yang sangat gampang akan tetapoi dengan mendekatkan diri para Rabb-Nya maka kita akan terhindar dan senantiasa mengingat akan dosa. Secara manusiawi memang bukan mustahil kita akan terjerumus akan tetapi degan selalu mengingat Tuhan kita akan bisa mengusai hawa dan nafsu kita untuk tidak melaksanakan hal-hal yang yang dimurkai Oleh Allah, setidknya kita aib dengan mengikuti hawa nafsu kita karena kita ingat pada Tuhan kita. Adapula proses untuk membendung haa nafsu yang sangat pokok yaitu sebagai berikut
Berpuasa
Puasa merupakan sebuah tingkah dimana kita akan mengontrol segala sesuatu yang bekerjasama dengan keburukan, bayangkan saudara jikalau sedang dalam keadaan berpuasa dengan demikian soaudara akan merasa dalam sebuah waktu dimana dalam pemberian dan menciba masuk menjadi hamba yang tunduk. Puasa yaitu Perisai, yang artinya "Shâma, Yashumu, Shawman-wa Shiyâman" yang artinya "menahan" dan "mengekang" ibarat yang tertera pada ayat surat Nazi'at ayat 40 diatas dengan menahan diri dari hawa nafsu (syahwat) maka ita akan tinggal disurga, dengan memakai perisailah (berpuasa) kita akan jauh untuk melaksanakan hal negatif.
Berdzikir.
Kedua yaitu berdzikir, alasannya yaitu dengan berdzikir maka kita akan selalu mengingat Tuhan Swt. dengan demikian kita bisa mencegah Hawa Nafsu (Syahwat) dan tidak akan terjerumus. Menutupi pandangan dan ingat kepada Tuhan.
Berdzikir.
Kedua yaitu berdzikir, alasannya yaitu dengan berdzikir maka kita akan selalu mengingat Tuhan Swt. dengan demikian kita bisa mencegah Hawa Nafsu (Syahwat) dan tidak akan terjerumus. Menutupi pandangan dan ingat kepada Tuhan.
