KODE IKLAN DFP 1 Pidato Dalam Rangka Memperingati Tahun Gres Hijriyah | Ruang Belajar siswa kelas 3

Pidato Dalam Rangka Memperingati Tahun Gres Hijriyah

KODE IKLAN 200x200
KODE IKLAN 336x280
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Para hadirin yang kami hormati dan kami cintai.
Pertama-tama mari kita menuanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah menawarkan kita nikmat usia yang panjang sehingga pada malam hari ini kita masih sanggup berkumpul gotong royong disini.
Saat ini kita telah memasuki bulan Muharram, yang berarti kita telah meninggalkan tahun yang kemudian dan kita telah melangkah ketahun yang gres yaitu tahun  Hijriyah. Sudah selayaknya pula dalam tahun yang gres ini kita harus merenungkan kehidupan kita selama satu tahun yang lalu. yang penuh dengan kebaikan dan keburukan senang dan sedih, keberhasilan lan kegagalan. Dengan merenung kita sanggup mengambil sebuah motivasi bagi diri kita sebagai bekal untuk melangkah di masa-masa yang akan tiba sehingga kita sanggup terhindar dari siksa neraka dan juga terhindar dan kesulitan di dunia dan akhirat.

Berguru nada pengalaman duduk perkara kemudian yakni hal yang terbaik untuk memulai langkah di masa yang akan datang. Marilah pada tahun yang gres ini kita mengisi lembaran-lembaran kehidupan gres yang putih higienis dengan tinta emas. Di dalam suasana tahun gres ini kita semua harus senantiasa berusaha meningkatkan dedikasi kita kepada Tuhan Ta’ala. Apabila pada tahun-tahun yang telah kemudian kita masih sering melaksanakan banyak sekali keburukan, maka marilah pada tahun yang gres ini kita perbaiki kekurangan-kekurangan tersebut dengan melaksanakan perbuatan baik yang sebanyak-banyaknya. Jika kita pada tahun yang kemudian banyak melaksanakan kemaksiatan, maka pada tahun ini buanglah kemaksiatan tersebut dari diri kita dan tingkatkan amal shaleh kita.

Apa yang kita tunggu lagi pada tahun yang gres ini jikalau kita tidak memulainya dari sekarang? Apakah kita menunggu hingga janjkematian menjemput kita? Tentu saja tidak, bukan. Oleh alasannya yakni itu jangan suka menunda-nunda waktu, alasannya yakni kita tidak tahu kapan hidup kita ini akan berakhir. Gunakan waktu Anda sekalian dengan sebaik-baiknya, perbanyak mengerjakan amal shaleh, ulet bekerja, ulet mencar ilmu bagi pelajar dan mahasiswa dan tingkatkan amal ibadah kita dari pada tahun sebelumnya. Anda sekalian niscaya sudah pernah mendengar, bahwa Waktu itu bagaikan sebilah pedang, jikalau Anda tidak memakai atau memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, pedang tersebut sanggup melukai diri Anda sendiri, akan tetapi sebaliknya jikalau Anda mempergunakan pedangitu dengan sebaik-baiknya, tentu pedang itu a-kan banyak membantu Anda. Dalam memakai waktu, gunakan ajaran bahwa “waktuitu bagaikan emas”. Yang harus kita pergunakan dan tidak kita sia-siakan secara percuma.
Para hadirin sekalian yang saya hormati.
Tuhan telah memilih umur setiap manusia, dan hal ini berarti bahwa umur kita bukanlah semakin bertambah panjang, tetapi umur kita semakin berkurang lantaran bertambahnya tahun berarti berkurangnya umur manusia. Oleh alasannya yakni itu selagi kita mempunyai umur dalam kehidupan ini, kita pergunakan umur itu dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal shaleh sebagai bekal kehidupan sehabis mati, atau kehidupan akherat yang kekal abadi.
Sekarang memang kita masih hidup, tetapi apakah kita sekalian tahu kalau kita juga hidup besok. Sekarang kita masih sanggup menikmati tahun baru, tetapi apakah kita juga masih sanggup menikmati tahun gres yang berikutnya. Hanya Tuhan Yang Maha Tahu akan semua hal tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut ada sebuah riwayat yang membuktikan bahwa pada suatu hari seorang anak khalifah Umar bin Khattab pulang dari sekolahnya dengan menangis. Ketika sang khalifah bertanya pada putranya, "Wahai anakku mengapa engkau menangis?" Sang anak menjawab, “Wahai ayahku, teman-temanku di sekolah sibuk menghitung tambalan bajuku dan selalu mengejek dengan ucapan menyerupai ini, "Lihatlah anak Amirul Mukminin ini, bajunya penuh dengan tambalan. ”Mendengar pengaduan anaknya tersebut, timbullah rasa kasihan dalam hati khalifah terhadap anaknya. Oleh lantaran itu kemudian ia mengirim sepucuk surat kepada bendaharawan negara yang isinya meminta semoga ia dipinjami uang sebanyak empat dirham, dengan jaminan gajinya bulan depan semoga dipotong. Kemudian bendaharawan negara itu mengirim surat balasan yang isinya sebagai berikut,“Wahai Khalifah Umar, apakah Anda dapatmemastikan bahwa Anda akan hidup hingga bulan depan? Bagaimana kalau Anda mati sebelum melunasi hutang Anda? Apa yang Anda perbuat terhadap hutangmu dihadapan Allah? "Membaca surat dari bendaharawan negara tersebut Khalifah Umar menangis, kemudian ia berkata pada anaknya, “Wahai anakku, berangkatlah kesekolah sebagaimana biasanya, lantaran saya tidak sanggup memperhitungkan umurku walaupun hanya satu jam".
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Keterbatasan usia insan tidak sanggup diramalkan oleh siapapun, hanya Tuhan SWT. yang mengetahui dan memilih umur manusia. Oleh alasannya yakni itu, sebaiknya kita segera sadar akan kenyataan tersebut dan bersegeralah mengerjakan perbuatan amal sebanyak-banyaknya. Tingkatkan ketaqwaan kita kepada Tuhan SWT. 
Demikianlah sambutan yang sanggup kamisampaikan pada kesempatan yang berbahagiaini, semoga mempunyai manfaat bagi kita semua.Marilahflkita sambut tahun gres ini dengan meningkatkan ketaqwaan kita Kepada Tuhan SWT, dan semoga kita termasuk kedalam golongan-golongan orang yang mensucikan diri dan dicintai Tuhan SWT. Amiin.. yaa Robbal 'alamiin. Akhir kata saya ucapkan Wallahul Muaffiq Ilaa Aqwamitthoriq.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
KODE IKLAN 300x 250
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
KODE IKLAN DFP 2
KODE IKLAN DFP 2