Betapa indah wajahmu nian tak pernah kutemui deibelahan dunia ini. Aku yakin kau satu-satu diciptakan dengan sedemikian koleksi alam dan kau ialah adalah rupa yang terpilih dimataku.Tak ada kelembutan dibalik senyum mu yang membawaku tenang, damai, sahaja, dan teduh terasa... selain...Indahmu Senyummu.....
Dapatkah kata ini mendekati teks yang kau inginkan tiap kali kau terlalu berat di fikirku ini. Sehinga sebuah kalimat mengerucut di buaian indahnya pencipta semesta juga menciptakanmu dengan penuh kesempurnaanNya. dan salah satu kesempurnaan itu ada pada wajah yang kian usang kian memikatku, kata yang kurangkum adalah... " Kau Menggodaku dari tiap lekuk gerakku...."
Terima kasih kau sudah hadir dan tak pernah bolos di tiap mimpi malamku.. semestinya saya tak menyampaikan ini alasannya ialah kelelakianku menjadi kurang berharga, tapi apalah daya ini ialah kenyataan.
Dibalik kesetiaanmu tiap detik hayalku selalu mengintai banyak pertanyaan... diantara pertanyaan mendalam adalah.. "Bagaimanakah realita ketulusan untuk mendapatkanmu dengan halal....."
Jatuh dan bangun, bagun kemudian jatuh lagi, kapan saya bangun sedangkan energi bangkitku semua terfokus pada indahmu, semangatlu dikamu, lariku dikamu, kesehatan akalku dikamu, sunggu penciptamu sangat bijak, hingga buat saya terpungkal mengejar ngejarmu hingga ketika ini.
Orang Fakir akan meresa bahagia bila kau sapa dengan lembut sikapmu itu..
Kerudung merah jambu yang kau kenakan ternyata, tak seberapa menghiasi wajah yang lebih bagus dari apapun yang kau kenakan itu, atribut kejernihan ada sejatinya pada mata, senyum, ialah kegairahan tersendiri kala saya lihat.
Obat dari kesengsaraan ialah hadirmu sebagai ide dunia terutama hatiku ini pada malam tadi, malam kemarin, dan malam-malam sebelumnya kau selalu sejuk di ketika malam menemani walau hanya khayal dan mimpi saja.
Betapa saya tak sanggup merayu menyerupai banyak lelaki perayu profesional, tetapi saya sederhana saja, bila nanti ada rambu-rambu dihatimu dengan warna hijau niscaya saya dahulukan untuk didepan pria lain.
Mawar mewakili kesetiaan mu di detik waktu ku, alasanku saya salah alasannya ialah selalu memikirkanmu di tiap cela waktuku, dan sebagai undangan maafku terimalah mawar ini, simbolis dan sebagai perwakilan dari kehadiranmu setiap saat.
Jangan merasa enggan untuk mendapatkan kata-kata estetikaku ini..
Kamu Cantik...
Kamu baik...
Kamu Anggun..
Pribadimu Menawan...
Langkahmu mngusung lembut...
Aku terpikat itu semua...
Aku yakin Tuhanku Bijaksana, dengan mengeluarkan kata bijak untukmu, bahua saya sudah usang memimpikanmu, dari Kebijakan Allah ialah memberiku waktu Indah untuk melihat wajahmu yang teduh bersemayam...

